Kamis, 24 Januari 2013

Love... OSPEK!!! #1


Part 1: Ospek adalah pembodohan!

***

TITTLE: Love… OSPEK!!!

GENRE: Romantic, 17++

CAST: Mario Stevadit, Alyssa Umari, Debo Andryos, Cakka Nuraga, Ashilla Tiara, Agni Tri, Alvin Sindunatha, Sivia Putri and many more.

***

“KALIAN SEKARANG BERSTATUS MAHASISWA! DAN KALIAN JANGAN HARAP BISA DENGAN TENANG MELEWATI OSPEK!” ketua panitia ospek itu berteriak memberitahukan peraturan ospek yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa baru.

Cakka, Alyssa, Debo, Ashilla, Agni, Alvin dan Sivia berbisik-bisik mengenai pembodohan di dalam ospek. Mereka hanya tertawa mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh ketua panitia itu. Sebenarnya apa pentingnya ospek? Hanya untuk membodohi mahasiswa baru semata? Kalau hanya masuk universitas tanpa harus mengikuti kegiatan ospek sebenarnya bisa-bisa saja. Tapi, apa gunanya ospek. Tidak ada gunanya sama sekali dalam masa perkuliahan.

Kata orang, ospek itu masa pengendalian mental. Apakah para mahasiswa baru sudah siap mental atau belum dalam mengikuti masa perkuliahan. Siap mental dalam hal perkuliahan? Tidak! Ospek hanyalah pembodohan semata. CATAT! Ospek adalah pembodohan.

“Yang tidak lulus dalam OSPEK! Tidak bisa ikut UJIAN SKRIPSI!” ujar panitia lainnya.

“Kak, apa hubungannya ospek sama ujian skripsi” protes Shilla pada saat technical meeting di wantilan bersama teman-temannya.

“Sertifikat ospek sangat penting dalam syarat ujian skripsi. Apabila kalian tidak memiliki sertifikat ospek, kalian tidak bisa mengikuti ujian skripsi!”

Shilla terdiam. ‘Rio kan nggak ikut ospek! Berarti dia nggak bisa ikut ujian skripsi dong!’ batin Shilla miris.

“Sekarang keluarkan alat tulis kalian dan catat lagu kebangsaan Fakultas Sastra.” tegas Zahra sang panitia acara dalam ospek.

Para mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 40’an itu pun mengeluarkan alat tulis mereka masing-masing. Sedangkan para anak-anak The power of human malas-malasan mengeluarkan alat tulisnya. Bagi mereka ini hanyalah pembodohan dan tidak ada gunanya sama sekali.

Zahra mulai membacakan seluruh lirik lagu itu. “Lagu pertama yaitu macan kampus.
Kami dari Fakultas Sastra
Si macan kampus yang disegani
Omdo omong doang bukan selogan kami
Bersaig keras raih prestasi
Kami semua tak akan takut
Giat belajar terus menuntut
Perjuangan takkan surut
Api tekad takkan redup
Itulah kami fakultas sastra
Fakultas sastra macan kampus 2x
Fakultas sastra…
MACAN KAMPUS!”

The power of human langsung tertawa mendengar lirik lagu yang dibacakan oleh Zahra. Mereka benar-benar berpikir bahwa ospek adalah pembodohan. Tatapan kemarahan panitia terlihat jelas terhadap Cakka dan kawan-kawannya.

“Yang kalian harus ingat di dalam ospek adalah
Pasal 1: panitia selalu benar.
Pasal 2: apabila panitia salah kembali lagi ke pasal satu.” Gabriel sang ketua panitia ospek mengumumkan ikrar pasal di dalam ospek.

Cakka dkk pun terdiam dan tidak berani berkomentar lagi. Mereka hanya bisa menuruti kemauan-kemauan panitia itu dan hanya berharap pembodohan ini cepat berakhir dan tidak ada korban lagi selanjutnya di dalam ospek.

“Sekarang kalian catat apa yang harus kalian pakai dan kalian bawa saat ospek! Jangan ada yang melawan panitia kalau kalian ingin lulus dari ospek.
  1. Celana kain hitam panjang! No ciut no jeans!
  2. Sepatu hitam, tali rafia kuning dijalin.
  3. Baju kameja putih
  4. Buat topi dari bahan anyam dengan lebar topi 15 cm dan panjang 13 cm. berwarna kuning dan di hias seperti contoh di depa kalian.
  5. Lonceng sebanyak 19 buah. 6 di tas, 4 di gelang, 4 di sepatu dan 5 di topi.
  6. Buat cewek rambut di kepang jalin 3. Memakai pita kuning dan untuk cowok rambut di potong 1cm.
  7. Membuat gelang berwarna kuning dengan bahan sumbu kompor dan dijalin.
  8. Membuat sabuk berwarna kuning dengan symbol FS seperti pada contoh.
  9. Memakai kaos kaki berwarna kuning panjang selutut. No corak.
10.Membawa bandana berwarna kuning dengan symbol FS.
11.membuat tas kain berwarna kuning dengan lebar 30.5cm dan panjang 40.7cm. memakai tali kur berwarna kuning di jalin.
12.Warna kuning sastra bukan sembarangan kuning. Kuning sastra adalah kuning stabilo.
13.Membawa kayu bakar.
14.Nasi sastra
15.Permen kaya rasa.
16.Wafer oli
17.biskuit 3 macam cara makan.
Dan itu saja yang harus dibawa untuk besok. Kalian sudah harus berada disini jam 06.00 wita. Dan harus afal lagu kebangsaan Fakultas Sastra. Sekarang kalian boleh pulang.”

***

Oh her eyes her eyes make the stars look like they’re not shinin Her hair her hair falls perfectly without her tryin Shes so beautiful
And i tell her everyday
Yeah, I know I know when i compliment her she wont believe me And its so its so sad to think that she don’t see what I see But every time she asks me do I look okay, I say

When I see your face theres not a thing that I would change Cuz ur amazing Just the way you are

And when you smile The whole world stops and stares for awhile Cuz girl ur amazing Just the way you are

Her lips her lips I could kiss them all day if she let me Her laugh her laugh She hates but I think its so sexy Shes so beautiful
And I tell her everyday
Oh you know you know you know Id never ask you to change If perfect’s what your searching for
then just stay the same So don’t even bother asking if you look ok You know I’ll say

When I see your face Theres not a thing that I would change Cuz ur amazing Just the way you are

And when you smile The whole world stops and stares for awhile Cuz girl ur amazing Just the way you are

The way you are The way you are Girl your amazing Just the way you are
When I see your face
Theres not a thing that I would change Cuz ur amazing Just the way you are

And when you smile The whole world stops and stares for awhile Cuz girl ur amazing Just the way you are
Yeaah

“Terima kasih.”

Suara riuh tepuk tangan penonton di bar café itu terdengar kompak. Suara lembut nan indah yang keluar dari mulut Mario Stevadit berhasil menghipnotis pengunjung café. Ya, Rio memang seorang penyanyi yang selalu menerima tawaran manggung dari satu café ke café yang lainnya. Maka dari itu, Rio tidak bisa mengikuti kegiatan ospek bersama teman-temannya di tahun ini karena demi pekerjaan yang diambilnya ini.

“Hadirnya saya disini untuk menghibur para pengunjung semua yang sudah mau datang ramai-ramai datang ke café ini. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemilik café ini karena telah memberikan saya kesempatan untuk menghibur kalian semua. Lagu yang saya bawakan tadi memiliki arti yang cukup dalam bagi saya dan untuk pacar saya, Agni. Dia sosok gadis yang terlihat tomboy namun terkadang membuat saya sangat beruntung telah memilikinya. Dan saya pernah sempat dekat dengan seorang cewek bernama Alyssa dan biasa disapa Ify. Tapi, dia adalah kekasih dari sahabat saya. Namanya Debo. Sehingga pada akhirnya saya pun memutuskan untuk mendekati Agni. Hingga sekarang ini saya dan dia telah resmi menjadi sepasang kekasih.” Curhat Rio kepada para pengunjung bar café itu.

Tepuk tangan kembali lagi terdengar. Rio pun bangkit dari tempat ia bernyanyi dan kembali ke belakang panggung menemui sang pemilik café. Ia merasa benar-benar sangat beruntung bisa berada di café yang sangat terkenal di Bali ini.

***

“Anjriiiitttt! Panitia resek. Wafer oli apaan coba?” tanya Debo sambil berdiskusi bersama The power of human.

Ify tertawa geli melihat kekasihnya itu sibuk sendiri mengurus kegiatan ospek. Padahal dirinya sendiri sangat tidak peduli dan tidak mau tahu tentang kegiatan ospek yang diadakan panitia-panitia gila itu.

Agni menoyor kepala Debo. “Malu ama pacar lo tuh, De. Diketawain gitu gara-gara serius ospek. Wafer oli itu TOP! Top kan wafer nah ka nada oli Top 1.”

“Sakit bego!” Debo menoyor Agni balik. “ Ah iya! Tumben otak lo cerdas kali ini, Ag.”

Cakka menimpali. “Kalo nasi sastra kan nasi kuning terus biscuit tiga macam cara kan oreo. Kalo permen kaya rasa apa ya?”

“Manis asam asin, rame rasanya.” Alvin bersenandung ria menyanyikan iklan lagu permen nano-nano. Alhasil, semuanya tertawa karena suara Alvin.

“Nano-nano!” ucap mereka serempak.

Setelah menebak kode-kode makanan yang diberikan panitia mereka pun mulai membuat kreasi. Mulai dari mengukur panjang dan lebar tas, membuat gelang lalu dijalin dan bermacam kreasi lainnya lagi.

“Speeeedaaaaaaa. Mario Stevadit cowok paling ganteng di The power of human datang.” Teriak Rio di depan markas TPOH. Ia sudah tidak sabar ingin melihat tampang stress teman-temannya dalam mengikuti kegiatan ospek di kampus. Tentu saja sangat berbeda dengan yang namanya Masa Orientasi Siswa alias MOS. Berbeda dengan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus alias OSPEK. Namun, sebenarnya Ospek atau Mos sama-sama pembodohan.

“RIOOOOOOO!” teriakan teman-teman gila Rio mulai terdengar dari dalam markas. Rio pun memasuki markas tersebut.

“Cowok bego! Tolol! Nggak guna! Darimana aja lo?” protes Agni pada Rio.

Rio hanya nyengir gaje dan menyapa teman-teman lainnya. “Maaf semua! Gue baru abis manggung di café ternama dong. Dan gue dapet duit banyak nih. Nggak ada yang mau traktiran nih? Apapun kalian mau, gue traktir deh! Asalkan jangan IBC aja. Ntar gue nggak bisa banyak semesteran depan.”

Semuanya terdiam. Tak satupun ada yang menyauti ucapan yang dilontarkan Rio. Bahkan Agni pun kembali berkutat dengan tugas ospek yang harus diselesaikan hari ini juga karena sudah tidak ada waktu lagi untuk bersantai ria. Alvin merasa prihatin melihat Rio yang kaget melihat teman-temannya terdiam dan tidak peduli dengan ucapannya. Ia berpikir bahwa sebegitu pentingkah ospek dibandingkan persahabatan mereka? Segitu pentingnya ospek? Segitu pentingnya?
Itulah yang ada di benak Rio saat ini. Semua Nampak sibuk membuat kreasi sendiri untuk ospek mereka. Dan satu pun tidak ada yang memperdulikan keberadaan Rio disana.

“Oh! Segitu pentingnya ospek ya dibanding gue?” tanya Rio sinis pada teman-temannya itu.

Sivia angkat bicara. “Sorry banget, Yo. Bukannya kita nggak peduli sama lo. Tapi, tolong ngertiin posisi kita untuk hari ini dan tiga hari ke depan. Kita nggak bisa have fun dulu. Ini ospek! Syarat ujian skripsi. Bukan mainan yang seenaknya nggak perlu diikutin.”

Rio melotot memandang Sivia. “Jadi lo nyindir gue? Masalah gue sama kalian apa sih? Kalian sensi gara-gara gue nggak bisa ikut ospek bareng kalian? Job gue lebih penting ketimbang ospek! Coba kalo kalian pikir! Kalo batalin job demi ospek, dapet duit buat kuliah darimana apa gue mesti ngemis sama lo semua buat bayarin gue kuliah? Hah?”

“Dan Rio pun mengamuk…”

“Shut up! Gue cukup tau ya sekarang, ternyata kalian kayak gini ke gue. Jahat kalian semua!” bentak Rio.

“Rio! Lo jangan main emosi aja. Pikirin juga aku. Pikirin juga temen-temen yang lain. Kita ngerti lo itu lagi ada tawaran manggung selama kita ospek. Tapi, lo juga ngerti dong kalo kita lagi persiapan buat ospek besok! Nggak ada waktu lagi, Yo.” Tegas Agni pada Rio.

“Ucapan Agni itu bener. Lo kalo pengen dihargai, lo juga mesti hargai kita sebagai sahabat elo, Yo. Kita lagi dalam masa mengikuti ospek dan lo dalam masa tawaran manggung. Jadi, kita sama-sama punya kesibukan masing-masing. Bukan cuma lo yang sibuk sama job manggung lo dari café ke café.” Ujar Ify menimpali.

Rio menghela nafas panjang. Ify benar, tidak seharusnya ia berucap dengan memakai emosi seperti tadi. Semua akan berakibat fatal apabila berbicara dengan seseorang menggunakan emosi. Kedatangan Rio hanya ingin melihat bagaimana teman-temannya mengikuti kegiatan ospek, bukan ingin mengacaukan kreasi yang dibuat oleh mereka.

“Sekarang gini deh, Yo. Lo mau berdiri menyalahkan diri sendiri gitu atau mau bantuin kita siapin bahan untuk besok?” tanya Cakka sambil menaikkan alis nakalnya.

Rio pun menoyor Cakka dan ikut membantu yang lain untuk membuat persiapan ospek.


Bersambung…
Okay, all…
Segini dulu part 1nya yaa..
Masih percobaan berapa peminat hehehe :D
Semoga suka yaaa ;)

Selasa, 22 Januari 2013

Love... OSPEK! (sinopsis)


Hey all, nice to meet you again.
I’m coming with the new story.
And with the same actor and actress of Idola Cilik.
Are you ready for my new story?
I can’t promise to next this story, but, I will do it for all my readers.
If you know, I miss you so much my readers.
I know, now you won’t to read this story.
But, are you remember about BeDaMOS story?
This the next story about it.
I can’t next bedamos because I can’t found the inspiration of it.
I’m so sorry. :’
I hope you like this. :)


***

TITTLE: Love… OSPEK!!!

GENRE: Romantic, 17++

CAST: Mario Stevadit, Alyssa Umari, Debo Andryos, Cakka Nuraga, Ashilla Tiara, Agni Tri, Alvin Sindunatha, Sivia Putri and many more.

----------------------------------------------------------------------------------------

Sinopsis (SINGKAT CERITA)

“KALIAN SEKARANG BERSTATUS MAHASISWA! DAN KALIAN JANGAN HARAP BISA DENGAN TENANG MELEWATI OSPEK!” ketua panitia ospek itu berteriak memberitahukan peraturan ospek yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa baru.
Cakka, Alyssa, Debo, Cakka, Ashilla, Agni, Alvin dan Sivia berbisik-bisik mengenai pembodohan di dalam ospek. Mereka hanya tertawa mendengar penjelasan yang dilontarkan oleh ketua panitia itu.
“Yang tidak lulus dalam OSPEK! Tidak bisa ikut UJIAN SKRIPSI!” ujar panitia lainnya.
Akankah The power of human alias Cakka dkk bisa melewati kegiatan ospek demi mengikuti syarat ujian skripsi? Atau mereka hanya menganggap ospek sebagai pembodohan?


Ikutin terus yaa :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

When I Fall... #1


All people will say 'Love Is Blind'.
But, love is beauty if you feel and meet someone who can touch your heart.
Can you hear me? You're the one in my heart. Only you!
Why? You leave me alone before i know all about you!
I'm stupid! Yeah, stupid!
I hope my dream come true. I only want to be with you now and forever.
I believe, you will always love me.
And... In the last, i just wanna say.... I LOVE YOU, girl!

-Mariosanggalau.blogspot.com-

#sumpahbahasanyangacoabiissss!!

***

“Baby, where are you now? I miss you so much.”

Pemuda itu terdiam sambil memandangi foto kenangan dirinya bersama seorang gadis. Yah, gadis masa lalu yang sangat dicintainya itu. Seandainya, dulu ia tidak gegabah dalam mengambil suatu keputusan. Pasti hari ini akan menjadi ke-5 tahun anniversarynya. Namun, apa yang bisa dilakukan pemuda itu? Menangis? Mungkin bodoh jika ia menangis dan meratapi semuanya dalam kesedihan. Yang bisa ia lakukan hanya dua, pasrah atau mencoba untuk berpindah kelain hati. Dan ia memutuskan untuk memilih pilihan yang kedua.

“Ah! Percuma aku berlarut terlalu lama dalam kesedihan dimasa lalu. Emangnya gadis itu masih peduli terhadapku? Aku yakin dia lebih bahagia bersama pemuda lain yang lebih baik dibanding aku. Aku memang orang bodoh yang menyia-nyiakan gadis seperti dia. Kamu sangat bodoh, Mario!” lirihnya pelan sambil memandang wajahnya didepan sebuah cermin.

Bodoh? Kata itu yang kini hanya sanggup pemuda itu ucapkan. Mungkin ia memang harus secepatnya melupakan kenangan buruk masa lalunya. Jika terlalu lama... Otaknya bisa meledak dan ia menjadi sedikit tidak waras. Move on! Hanya itu satu-satunya cara yang harus dilakukan Mario. Karena... Gadis masa lalunya mungkin sudah melupakan Mario. Buat apa ia terus-terusan berlarut dalam masa lalu yang buruk? Hanya membuat waktu tersita bukan?

“I'm sorry, girl. I will forget all memories with you.” ucapnya lagi dan memulai membakar foto kenangan bersama gadis masa lalunya satu-persatu.

Perlahan-lahan wajah gadis cantik itu memudar dan menjadi abu. Kali ini, kenangan itu harus benar-benar terhapus hingga tidak ada sama sekali yang membuatnya kembali ke masa lalu yang pahit. Sekarang ia harus berubah kembali menjadi Mario yang periang atau tetap menjadi Mario yang terlarut di masa lalu.

***

“Menurutmu aku salah ya, Vin?” suara seorang gadis memecah keheningan di sebuah bukit bintang. Ia memutar-mutar kembali ingatannya. Persis! Hal itu pula yang sebelumnya dilakukan oleh Mario.

Pemuda bernama Alvin itu tertawa renyah. Ia mengelus perlahan puncak kepala gadis disampingnya itu. “Kamu salah apa? Keputusanmu itu kan ada alasannya. Sudahlah, buat apa juga kamu mengingat kembali masa lalu kamu? Memangnya dia mikirin kamu? Belum tentu juga kan?”

“Jadi... Dalam hal ini aku sama sekali nggak bersalah?” tanya gadis itu lagi.

“Menurutmu?”

“Yah, aku tau itu. Aku harus mencoba buat melupakan kenangan buruk itu kan, Vin?”

Alvin tersenyum sambil mengangkat perlahan dagu gadis itu. “Yeah, it's true. Lupain masa lalu kamu itu ya. Lihat sekarang... Dihadapan kamu, seseorang yang sangat mencintai dirimu apa adanya.”

Gadis itu membisu seketika ketika mendengar ucapan yang dilontarkan pemuda dihadapannya. Alvin mencintainya? Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Apakah ia harus menerima Alvin untuk melupakan sosok Mario?

“Aku tau! Aku tau apa yang ada dipikiranmu saat ini. Aku bakalan tunggu sampai tiba saatnya kamu akan menjawab semuanya. Aku akan selalu menunggumu, Shill.”

“Thank's.”

***

Gandhi International School.

Tap..tap..tap..

Langkah kaki itu semakin cepat memasuki koridor sekolah elite di kota Jakarta. Telat! Mario nyaris telat memasuki hari pertama di sekolah itu. Ia baru saja pindah dari Australia. Sekolah terburuk selama masa hidupnya adalah di Australia. Tempat ia dan gadis masa lalunya bertemu.

“Adaawwww!” rintih Mario sambil menghentikan langkah kaki cepatnya.

Ia menggerutu kesal karena rambut yang sudah ditatanya rapi selama berjam-jam kini hancur berantakan. Amarah pun tak terelakkan, ia melihat seorang gadis dihadapannya yang sibuk merapikan barang bawaan yang terjatuh di lantai.

“Woy, anak udik! Lo jalan liat-liat orang dong! Lo nggak liat rambut yang udah gue tata rapi selama berjam-jam jadi hancur berantakan gini. Hancur diri gue disekolah elite kayak gini.”

Gadis itu tidak memperdulikan ocehan yang keluar dari mulut pedas seorang Mario Stevano. Siapa yang tidak kenal Mario? Ayahnya adalah pemilih perusahaan terbesar di Jakarta. Dan kebanyakan cewek menyukai gaya hidup seorang Mario yang fashionable.

“Sorry, Kak. Aku nggak sengaja. Aku buru-buru. Permisi.” gadis itu berlalu dari hadapan Mario.

Mario tertegun. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Yang ada dipikirannya kini hanyalah sebuah tanda tanya besar. Ia baru pertama kalinya merasakan hal yang dahsyat yang selama ini belum dirasakannya. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi terhadap gadis yang menabraknya itu.

“Aneh... Biasanya cewek-cewek kebanyakan histeris. Tapi, kenapa dia beda sama cewek-cewek matre yang cuma ngincar harta kekayaanku?” Mario bertanya-tanya pada dirinya. Ia harus mencari tahu siapa gadis yang baru menabraknya tadi.

***

Gandhi International School merupakan sebuah sekolah tinggi yang sangat populer di Jakarta. Gedungnya bertingkat dan berderet satu dengan yang lainnya. Terdiri atas SMP, SMA dan Universitas. Mario sendiri baru melepas masa remajanya dan mulai memasuki tahap untuk mulai meninggalkan masa remajanya yang kelabu.

Awalnya, ia sangat tidak ingin untuk memasuki sekolah teraneh yang pernah ia temui. Sekolah yang ia masuki sekarang memang sangat jauh berbeda dengan sekolahnya dulu di Australia. Namun, apa yang bisa dilakukan oleh Mario? Ia hanya bisa menuruti kemauan kedua orang tuanya yang keras kepala. Bahkan, kedua orang tua Mario melarangnya untuk mendekati lawan jenisnya. Parah bukan?

X.1...

“Selamat pagi anak-anak unggulan di Gandhi International School. Kalian kedatangan murid baru pindahan dari Australia. Ayo, perkenalkan diri kamu.”

Mario tersentak. Ia yang sedaritadi menyibukkan diri sendiri tiba-tiba saja ingin mengetahui sosok makhluk hidup yang sedang berdiri di depan kelasnya. Ia berharap semua tidak seperti yang ada dipikirannya. Namun.... Ternyata dugaannya benar. Gadis masa lalunya telah kembali.

“Nama gue Ashilla Zee. Kalian cukup panggil gue Shilla. Nice to meet you all.”

Guru disebelah gadis bernama Shilla itu tersenyum. “Ada yang ditanyakan lagi anak-anak?”

Seorang laki-laki angkat tangan dari kejauhan lalu berteriak. “Shill, nama twitter lo apa?”

Shilla tersenyum lalu berkata, “Follow gue di @ZeeAshilla.”

“Oke, Ashilla. Kamu bisa duduk disebelah... Mario.”

Shilla tercekat. Ia baru menyadari bahwa dirinya salah memasuki sekolah. Ternyata, anak seorang pengusaha terkaya di Jakarta sekolah di tempatnya kini berdiri. Mario... Apakah Mario sosok pemuda dimasa lalunya?
Shilla memandangi seluruh siswa dan siswi dalam ruangan itu. Dan benar! Tepat dugaannya. Ia memang benar-benar terjebak dalam situasi yang sulit!

***

“Kenapa? Kenapa kamu kembali lagi disaat aku udah mencoba buat ngelupain semua kenangan 'kita'?” Mario memecah keheningan di dalam ruang kelas yang mulai kosong. Ia menundukkan kepala karena sangat takut. Yah! Ia sangat takut untuk menatap gadis disebelahnya itu.

Shilla mendengus. Ia menggigit bibirnya. Ingin rasanya ia lari dari situasi ini. “Apa lo nggak nyadar? Gue juga udah mencoba lupa sama kenangan itu. Perlahan tapi pasti. Gue sekarang udah bener-bener menemukan pasangan hidup yang memang cocok ditakdirkan buat hidup gue di Aussie nanti. Dan gue juga nggak pengen sama sekali terjebak dalam situasi buruk ini.”

Mario menoleh ke arah Shilla perlahan. “Really? Bukannya selama ini kamu yang emang ngotot pengen mengakhiri semuanya? Itu kan karena ego kamu tinggi! Aku nggak pernah sama sekali nyesel terjebak dalam situasi seperti ini. Coba kamu sedikit berpikir dewasa. Apa kamu nyesel sama kejadian dimasa lalu?”

Shilla mendesis. Suarannya meninggi. “Ego? Itu masa lalu! Lupakan saja semua hal yang udah sangat nggak penting untuk kita ingat. Sekarang jalanin saja kehidupan kita masing-masing dengan pujaan hati yang baru. Lebih baik juga kita berteman daripada mesti melanjutkan hubungan yang nggak jelas.”

“Oh, Okay! Aku ngerti sekarang. Baiklah, lagian gue juga nggak ngarep tuh buat balikan sama elo. Gue harap lo bahagia dengan pacar baru lo di Aussie sana. Dan lo mungkin juga udah ngelupain semua masa lalu lo yang buruk sama gue. Tapi, yang harus lo tau adalah... Semakin lo ada di deket gue, semakin gue sulit buat ngelupain kenangan itu.”

***

Tidak! Itu tidak boleh terjadi lagi Shilla! Kenangan itu harus dilupakan!

Shilla menepuk-nepuk kepalanya. Ia sangat kesal dengan kejadian buruk yang menimpanya hari ini. Seandainya saja Mamanya tidak dipindahkan kerja ke Indonesia! Pasti hidupnya akan bahagia bersama Alvin di Australia. Memang kisah hidup seseorang sangat sulit untuk di tebak.

::Don't leave me... Don't leave me alone::

Handphone di tangan Shilla bergetar seiring dengan irama lagu kenangan yang dinyanyikan Alvin sebelumnya. Tertera jelas dilayar handphonenya bahwa Alvin pasti akan menghubunginya dihari pertama ia memasuki sekolah buruk itu.

“Hallo... Yes, i'm fine... Aduh, gws ya bebhy... Vin, gue satu sekolah sama Mario... Iya, gue nggak akan nakal... Siipp.. Love you too...”

Itulah percakapan singkat yang terjadi diantara Shilla dan Alvin. Ia sama sekali tidak bisa konsen dalam menjalani hubungannya bersama Alvin apabila ditengah-tengahnya masih ada Mario. Sebenarnya apa yang spesial dari Mario? Shilla mengakui bahwa Mario memang keren dan pantas untuk dijadikan seorang pendamping karena keluarganya berada.
Namun, dari segi ia membandingan Mario dengan Alvin, Shilla jauh memilih Mario dibanding Alvin.
Baginya, Mario bisa berpikir sedikit lebih dewasa dibandingkan Alvin yang masih kekanak-kanakan dan terlalu overprotektif terhadapnya.

“Kenapa elo mesti kembali disaat gue udah sama Alvin? Kenapa sekarang gue jadi susah buat ngelupain kenangan kita? Lo itu bukan siapa-siapa! Lo cuma masa lalu yang nggak penting!”

***

Pemuda itu menyeduh secangkir teh hijau lalu perlahan menyeruput teh ditangannya. Masih terlintas kejadian yang baru saja dialaminya pagi tadi. Gadis masa lalunya kini kembali masuk ke dalam kehidupannya yang sepi. Seakan-akan gadis itu selalu mengetahui keberadaan Mario dimanapun ia berada.
Bayangkan saja! Sedetikpun Mario tidak diberikan kebahagiaan. Padahal, insiden tabrakan tadi pagi merupakan kejadian luar biasa yang baru dialami Mario. Gadis misterius. Anak SMP Gandhi International School. Seandainya... Ia berhasil mengetahui identitas gadis misterius itu! Pasti ia tidak akan terlarut dalam gadis masa lalunya yang sangat tidak penting untuk diingat.

“Sabar aja deh! Kalo gue sama gadis misterius itu memang jodoh, pasti gue sama dia akan bertemu kembali. Kenapa sih Shilla mesti kembali disaat gue mencoba untuk lupain dia? Bisa-bisa gue susah buat lupain dia kalo dia terus-terusan ada disamping gue.” Pemuda itu menggerutu kesal. Ia mengacak-acak lukisan wajah gadis misterius tadi pagi. Ilustrasinya untuk melukis hilang sudah karena ingatannya tentang Shilla, gadis masa lalunya yang buruk. Kenapa? Kenapa gadis itu mesti kembali? Kembali disaat ia berusaha untuk melupakan semua kenangan 'kita'.


Okay, ini part one.
Don't forget to like and comment in this part ;)
Nice to meet you again all..